Proses dan Sistem Pencernaan pada Manusia

Sistem pencernaan pada Manusia – Halo teman-teman kembali lagi nih di silanseia.com, portal penuh informasi, inspirasi, dan motivasi masa kini. Di artikel kali ini admin mau bahas sedikit tentang salah satu sistem yang berjalan pada tubuh manusia.

Untuk lebih jelasnya, di pembahasan kali ini admin mau bahas mengenai Sistem pencernaan pada Manusia. Pasti kalian sudah tidak asing lagi bukan? Tapi jika kalian ke sini untuk mencari info mengenai sistem pencernaan ini kalian datang ke tempat yang tepat.

Langsung saja berikut ulasan lengkapnya.

Pengertian Sistem Pencernaan Pada Manusia

sistem pencernaan manusia

Sebelum teman-teman membaca lebih dalam mengenai sistem pencernaan, alangkah baiknya kita tahu apa sih yang disebut sistem pencernaan itu?

Sistem pencernaan (digestive system) adalah sebuah pengaturan organ-organ dalam tubuh baik itu hewan maupun manusia. Sistem ini memiliki fungsi sebagai penerima, pemroses, penyerap, dan juga pembuang makanan.

Dengan adanya sistem ini manusia bisa mendapatkan asupan energi dan nutrien untuk tubuhnya. Hal ini dikarenakan organ-organ pencernaan juga akan membantu tubuh untuk mendapatkan kebutuhannya dengan baik.

Untuk lebih spesifik nya, sistem pencernaan ini berjalan sebagai pengambil, pencerna makanan menjadi molekul-molekul kecil, menyerap molekul itu menuju aliran darah, dan membuang sisa makanan yang telah diserap melalui anus.

Dengan berjalannya sistem ini, manusia akan bisa mengkonsumsi makanan dengan baik jika sistem dan organ-organ nya berjalan normal. Namun jika sebaliknya maka manusia tidak bisa mencerna makanan dengan baik.

Perlu ada bantuan alat khusus untuk bisa menjalankan sistem pencernaan. Jika salah satu dari bagian yang menjadi penunjang pencernaan tidak berfungsi.

Berjalannya sistem pencernaan adalah suatu keharusan pada setiap makhluk hidup. Karena, dengan pencernaan manusia bisa mendapatkan asupan energi dan zat lainnya untuk bisa melanjutkan hidup.

Proses dan Organ Pencernaan Pada Manusia

Setiap sistem yang berjalan tentu memiliki proses-proses yang yang menunjang berjalannya sistem tersebut. Begitu pula dengan sistem pencernaan juga memiliki proses yang menjadi penunjang keberjalanannya.

Proses berjalannya sistem pencernaan terdiri dari beberapa tahap penting. Semua tahapan-tahapan itu dilakukan oleh organ-organ yang berbeda. Di mulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, sampai anus itu adalah prosesnya  dan berikut proses-prosesnya secara lengkap.

Mulut

sistem pencernaan pada manusia di mulut

Orang yang normal biasanya memulai proses pencernaan ini dari bagian organ pencernaan paling atas, yaitu mulut. Dengan masuknya makanan ke dalam mulut maka di situlah makanan memulai proses pencernaan.

Hanya saja, untuk bisa melanjutkan proses pencernaan ini mulut membutuhkan bantuan organ lain. Sebagai mana kita tahu didalam mulut juga ada beberapa organ yang menjadi pembantunya. Seperti gigi, lidah, dan juga kelenjar atau air liur.

1. Gigi (Mengunyah)

Agar makanan yang dikonsumsi bisa masuk proses selanjutnya maka harus dikunyah terlebih dahulu. Pengunyahan makanan yang telah dikonsumsi dilakukan oleh gigi yang terdapat di dalam mulut.

Oleh karena itu, tidak bisa dibayangkan jika dalam proses pencernaan tidak ada gigi sebagai pembantunya. Pasti berjalannya proses pencernaan akan sangat sulit dan akan mendapat banyak gangguan.

Peranan gigi ini sangatlah penting dalam menjalankan proses pencernaan makanan agar lebih mudah. Dengan itu, sangat penting untuk kita dalam menjaga kesehatan gigi ini. Terlebih ada banyak terjadi masalah dalam urusan penyakit gigi.

2. Lidah (Pengecap)

Mengkonsumsi makanan baik itu yang enak atau pun yang tidak enak bisa kita deteksi dengan sebuah organ yang disebut lidah. Enak atau tidaknya makanan bergantung pada organ ini.

Tidak bisa dibayangkan jika kita tidak memiliki lidah sebagai organ dalam pencernaan, pasti makanan apapun akan terasa sama.

Di dalam lidah ada bagian-bagian khusus yang memiliki peranan-peranan tersendiri. Seperti pahit, asin, asam, dan manis masing-masing memiliki bagiannya, yakni:

  • Mengecap Rasa Pahit (Lidah bagian belakang atau pangkal lidah)
  • Mengecap Rasa Asin (Lidah bagian depan)
  • Mengecap Rasa Asam (Lidah bagian samping)
  • Mengecap Rasa Manis (Lidah bagian ujung)

Dengan ini, kita bisa menyimpulkan bahwa sesungguhnya lidah itu memiliki rangsangan terhadap zat-zat tertentu.

Yang dinamakan dengan lidah terbentuk dari otot-otot yang permukaannya dilapisi dengan epitelium.

3. Kelenjar ludah

Kelenjar atau ludah pada mulut ini memiliki fungsi yang lumayan banyak dalam proses pencernaan. Jika tadi gigi berfungsi sebagai pengunyah supaya makanan menjadi lebih lembut untuk kelenjar ludah beda lagi.

Kelenjar ludah ini nantinya akan bercampur dengan makanan yang dikonsumsi manusia. Hal ini supaya makanan yang telah dikonsumsi dan dikunyah ini bisa masuk dengan baik melewati kerongkongan. Nantinya juga supaya lebih mudah diuraikan dalam lambung.

Ada sekitar tiga pasang kelenjar ludah dalam mulut manusia, diantaranya yaitu:

  • Kelenjar ludah sublingualis (berada dibawah lidah)
  • Kelenjar ludah submandibularis (berada di rahang bagian bawah)
  • Kelenjar ludah parotis (berada dibawah telinga)

Dalam kata lain, kelenjar ludah ini merupakan pelumas makanan supaya lebih mudah melewati kerongkongan.

Makanan Melewati Kerongkongan (esofagus)

Setelah manusia memasukkan atau mengkonsumsi makanan kedalam mulut lanjut ke proses selanjutnya. Proses selanjutnya adalah masuknya makanan melalui kerongkongan. Yang mana nantinya setelah melewati kerongkongan akan masuk ke dalam lambung.

Karena itulah kerongkongan ini memiliki fungsi sebagai selang atau saluran yang menyalurkan makanan ke lambung. Dengan bantuan kelenjar lendir yang berada pada mulut manusia maka proses ini akan berjalan dengan lancar.

Kerongkong pada manusia ada sekitar dua saluran yakni bagian depan dan bagian belakang. Kedua saluran ini memiliki fungsi yang berbeda dan sangat penting.

Saluran kerongkongan depan berfungsi sebagai penunjang berjalannya sistem pencernaan manusia. Atau dengan kata lain menjadi penghubung antara mulut dan lambung dalam memproses makanan.

Kemudian saluran kerongkongan bagian belakang yaitu yang terhubung pada paru-paru. Fungsi saluran ini tentu kita tahu yaitu sebagai saluran untuk berjalannya sistem pernafasan atau keluar masuknya udara dalam tubuh.

Kedua saluran ini memiliki sebuah persimpangan yang mempertemukan antar keduanya. Biasanya saluran ini disebut dengan klep, karena itulah klep ini menjadi penjaga antara kedua saluran agar setiap yang melewatinya tidak salah tempat.

Klep ini akan tertutup jika manusia sedang makan untuk menjaga supaya tidak ada makanan masuk ke dalam paru-paru. Sedangkan ketika manusia tidak makan klep ini akan terbuka.

Klep ini bekerja secara otomatis, tidak perlu kita komando untuk melakukan buka tutup saluran.  Jika dalam melakukan buka tutup saluran secara manusia tentu kita akan sangat kesulitan saat makan.

Kemudian pada kerongkongan juga ada otot-otot yang memiliki fungsi sebagai pendorong setiap makanan menuju lambung. Hal ini dikarenakan adanya dinding-dinding kerongkongan yang tersusun dari otot-otot pendorong makanan.

Dengan inilah makanan bisa sedikit demi sedikit melewati kerongkongan secara optimal. Kerongkongan ini tidak memiliki proses pencernaan di dalamnya, makanan yang dikonsumsi hanya lewat saja.

Sistem Pencernaan Lambung (ventrikulus)

sistem pencernaan pada manusia di lambung

Setelah makanan masuk ke mulut, dikunyah, dan melewati kerongkongan selanjutnya masuk ke lambung. Jika di ibaratkan, lambung ini berbentuk kantung yang nantinya akan menampung makanan untuk sementara.

Di bagian pinggir dari lambung ini terbentuk dari otot-otot yang menyorong, memanjang, dan melingkar. Dengan ini, makanan-makanan yang memasuki lambung akan menjalani proses pencernaan. Otot-otot yang berada di pinggir akan menekan, meremas, dan menghancurkan setiap makanan yang terdapat di dalamnya.

Hal ini dikarenakan makanan-makanan yang melewati proses pengunyahan belum terlalu hancur untuk diserap tubuh. Karena itulah lambung melanjutkan proses penghancuran dengan mencernanya.

Untuk membantu proses pencernaan nya lambung juga dibantu oleh lendir dan juga memiliki beberapa enzim.

Selain itu, setiap makanan yang masuk ke lambung juga akan melewati masa sterilisasi. Hal ini dikarenakan lambung memiliki sifat asam.

Sistem Pencernaan Hati

sistem pencernaan pada manusia dan ruminansia

Selanjutnya yaitu hati, hati ini terletak di rongga perut sebagian dalam dan termasuk salah satu organ pencernaan. Fungsi hati dalam sistem pencernaan adalah sebagai pemroduksi empedu pada kantung empedu.

Biasanya empedu akan menjadi kental pada saat saat tertentu, hal ini karena adanya proses penyerapan empedu oleh dinding empedu. Kemudian empedu juga biasa dipompa ke usus 12 jari dengan melewati saluran-saluran empedu.

Untuk fungsi hati yang lainnya yaitu sebagai berikut:

  • Mengontrol zat-zat berbahaya yang berasal dari luar tubuh dan juga yang berasal dari proses metabolisme dalam tubuh sendiri.
  • Disaat tubuh kehabisan glikogen, hati akan mengubah kolesterol dan asam amino untuk melengkapinya.
  • Jika glukosa dalam tubuh berkurang atau habis maka hati akan mengubah glukogen setelah sebelumnya cadangan gula disimpan dalam bentuk glukogen.
  • Jika ada kandungannya lebih, maka vitamin A, D, E, dan juga K akan ditampung terlebih dahulu.
  • Menjalankan dan merombak perkembangan sel darah merah yang sebelumnya telah mati supaya hidup kembali.
  • Membuat atau memproduksi enzim-enzim untuk pencernaan.

Proses Pencernaan dalam Usus halus

Sistem pencernaan dalam usus halus manusia

Kemudian usus halus, yaitu proses pencernaan selanjutnya setelah selesai dicerna poleh lambung. Usus ini memiliki diameter kira kira 2,5 cm dengan bentuk yang hampir sama dengan selang.

Di dalam usus halus ada yang dinamakan dengan vili, yakni tonjolan-tonjolan tambahan yang menambah volume dari usus halus agar bisa menampung lebih banyak makanan. Selain itu, didalam bagian yang bernama vili ada juga didalamnya yang dinamakan mikrovili.

Biasanya, jika dibentangkan usus halus ini memiliki panjang sekitar 6 meter.

Jika dikelompokkan usus halus ini memiliki 3 bagian penting yaitu:

  • Usus kosong (jejenum), yaitu bagian usus yang kosong karena meninggal.
  • Usus dua belas jari (doudenum), yaitu usus yang memiliki panjang sekitar duabelas jari yang disejajarkan dari jari orang dewasa.
  • Usus penyerapan (ileum), yaitu bagian usus yang menyerap makanan kedalam tubuh untuk dijadikan energi.

Sistem pencernaan secara kimiawis biasanya akan berjalan di dalam usus 12 jari ini. Cairan dikeluarkan didalam usus 12 jari ini untuk mempermudah pencernaan yang berasal dari pankreas dan juga empedu.

Dalam proses ini akan keluar enzim-enzim seperti lipase, tripsinogen, dan amilase yang dikeluarkan pankreas untuk membantu proses pencernaan.

Lipase memiliki fungsi sebagai pencerna dari lemak untuk dijadikan gliserol dan juga lemak. Tripsinogen memiliki fungsi sebagai pencerna protein menjadi asam amino setelah sebelumnya diaktifkan oleh suatu zat yang disebut enterokinase. Kemudian untuk amilase ini memiliki fungsi sebagai pembuat glukosa setelah sebelumnya mencari amilun.

Selain itu ada juga enzim yang dinamakan maltase dan peptidase yang dikeluarkan dari usus halus untuk membantu pencernaan.

Selanjutnya zat-zat seperti glukosa,  vitamin, mineral, asam, dan amino akan diserap oleh dinding ileum. Hal ini karena proses pencernaan akan berakhir di ileum. Yang menyerap zat-zat tersebut adalah pembuluh-pembuluh darah yang berada pada dinding ileum tersebut.

Ada juga yang dinamakan dengan pembuluh getah bening, yaitu bagian yang menyerap gliserol dan asam lemak. Terkontraksinya semua sari-sari dari makanan ke seluruh tubuh dijalankan oleh pembuluh getah bening yang terpusat pada pembuluh darah.

Proses Penampungan Usus besar

Selanjutnya yaitu proses pencernaan pada organ usus besar. Usus besar ini berada pada bagian setelah usus halus yang telah tadi kita bahas sebelumnya.

Usus besar memiliki fungsi sebagai penghalus makanan-makanan yang sebelumnya dicerna oleh lambung dan usus halus tapi belum hancur sempurna.

Usus besar ini akan melakukan pembungkusan dan penyerapan air yang masih berada dalam sisa makanan yang telah diserap di usus halus.

Proses Akhir Sistem Pencernaan: Anus

Selanjutnya adalah proses finishing dari sistem pencernaan yaitu anus. Setelah tadi makanan dikunyah, masuk ke kerongkongan, digiling di dalam lambung, dicerna oleh usus halus yang kemudian diserap dan dilanjutkan oleh usus besar.

Proses selanjutnya adalah pembuangan sisa-sisa makanan yang telah diserap dan dicerna dalam tubuh.

Melalui lubang anus, feses akan keluar untuk membuang kotoran sisa makanan dari usus besar.

Jenis-jenis Proses Sistem Pencernaan

Pencernaan yang terjadi didalam sistem pencernaan tidak hanya satu jenis proses saja. Ada beberapa proses pencernaan yang menjadi penunjang keberjalanan proses pencernaan manusia. Berikut adalah jenis-jenis prosesnya:

1. Sistem Pencernaan Mekanis

Proses pencernaan mekanis adalah sebuah sistem pencernaan yang pada proses ini makanan akan diubah menjadi kecil dan lembut. Terlaksananya sistem pencernaan mekanis ini dibantu oleh beberapa organ pencernaan.

Karena proses pencernaan mekanis ini terjadi di dalam mulut maka organ yang menjadi pembantu pun organ organ yang berada dalam mulut. Seperti gigi, lidah, dan lendir-lendir yang dihasilkan dalam mulut.

Intinya, proses pencernaan jenis ini hanya untuk membantu proses pencernaan selanjutnya yang akan dilakukan oleh lambung. Tujuannya supaya lambung tidak bekerja terlalu keras untuk mencerna makanan yang telah masuk.

Karena proses ini adalah proses yang berada dibawah kendali kita dalam mengontrol pengunyahan makanan. Se bisa mungkin kita mengunyah makanan lebih lembut agar lambung kita bisa bekerja secara optimal dan tidak mudah berpenyakit.

2. Sistem Pencernaan Kimiawis

Proses pencernaan kimiawis adalah sebuah proses dalam sistem pencernaan yang didalamnya memproses molekul. Molekul-molekul yang masih berbentuk kompleks akan diproses kembali menjadi molekul yang lebih sederhana (lembut).

Dengan adanya proses ini bagian-bagian yang termasuk kedalam sistem pencernaan akan lebih mudah memprosesnya.

Proses terjadinya pencernaan kimiawis berbeda dengan proses secara mekanis. Hal ini dikarenakan proses pencernaan kimiawis ini berjalan secara tidak sadar. Yang melakukan proses ini adalah enzim-enzim yang berada di dalam lambung.

Seperti enzim, air, bile, asam, dan lain lain adalah yang melakukan proses pencernaan ini.

3. Pencernaan Biologis

Selanjutnya yaitu pencernaan secara biologis, yakni proses pencernaan yang berjalan untuk membusukkan sisa makanan. Nantinya sisa makanan yang zat nya telah diserap tubuh akan berpindah ke usus besar.

Di sinilah proses pencernaan secara biologis berjalan. Dengan dibantu oleh bakteri yang dinamakan escherichia coli. Dengan ini, proses pembusukan pun terjadi sebelum siap untuk dibuang melalui anus.

Enzim dan Kelenjar dalam Sistem Pencernaan Pada Manusia

Seperti tadi dikatakan bahwa terjadinya sistem pencernaan tidak hanya dibantu atau dijalankan oleh organ nya saja. Enzim pun ikut serta dalam terlaksananya proses pencernaan supaya bisa berjalan dengan baik.

Sebagaimana kita tahu dengan hadirnya enzim maka proses berjalannya reaksi kimia dalam sistem pencernaan akan lebih cepat. Munculnya enzim-enzim ini sebagaimana yang tadi dikatakan yaitu berasal dari kelenjar-kelenjar pencernaan.

Di antara zat-zat makanan yang akan mengalami perubahan dalam proses pencernaan ini seperti:

  • Karbohidrat
  • Lemak
  • Protein

Untuk unsur mineral air yang dikonsumsi atau pun yang dihasilkan tubuh tidak akan mengalami proses pencernaan ini. Berikut enzim-enzim yang yang berada dalam sistem pencernaan:

1. Enzim Pencernaan Mulut

Setelah makanan di masukkan ke dalam mulut selanjutnya akan keluar kelenjar lendir yang membantu proses ini. Selain itu lendir yang keluar juga berfungsi sebagai pelindung dan pelumas makanan yang telah dikunyah supaya lebih mudah masuk melalui kerongkongan.

Setiap ludah yang diproduksi dalam mulut akan mengandung enzim amilase. Enzim ini berguna sebagai pengubah zat seperti makanan yang memiliki zat karbonat menjadi maltosa atau gula sederhana.

Pada pH antara 6,8 – 7 dengan suhu 37°C enzim ini akan bekerja sangat baik.

Yang terdapat dalam proses pencernaan mulut ada sekitar tiga kelenjar ludah yang keluar yaitu seperti yang tadi disebutkan di atas.

2. Enzim Sistem Pencernaan Lambung

Setelah makanan dikunyah yang dibantu oleh lendir supaya mudah melewati kerongkongan selanjutnya makanan masuk ke lambung. Di dalam lambung makanan akan menjalani proses pencernaan yang selanjutnya.

Pada setiap dinding lambung terdapat sel-sel kelenjar yang nantinya akan mengeluarkan getah lambung saat proses pencernaan. Sekitar 2 – 5 jam makanan yang dikonsumsi akan disimpan di dalam lambung.

Hal yang mempengaruhi proses pencernaan ini karena adanya gerakan peristaltik yang mencampurkan makanan dengan kelenjar lambung. Selain itu proses ini dikenal dengan istilah pencernaan secara kimiawi.

Sebagian besar getah lambung yang berada pada lambung adalah zat kimia yang terdiri dari pepsin, lipase, enzim renin, atau asam lambung (HCI). Asam lambung akan masuk kedalam getah lambung dalam jumlah banyak sehingga mempengaruhi getah lambung menjadi asam.

Setiap mikroba atau bakteri jahat yang masuk kedalam lambung akan dibunuh di dalam lambung menggunakan asam lambung.

3. Kelenjar Pangkreas

Selanjutnya adalah kelenjar pankreas, yaitu sebuah kelenjar yang berada pada pada dinding belakang perut ke kiri yang emlintang sampai limpa. Saluran pankreas ini berakhir pada bagian usus 12 jari.

Garam, air, enzim, dan juga sodium bikarbonat adalah bagian-bagian yang membentuk cairan pankreas yang diproduksi sekitar 1200 – 1500 mili perharinya.

Suasana asam dalam usus dan adanya penghentian pepsin lambung dihasilkan karena adanya sifat alkali (pH 7,i – 8,2) dan juga sodium bikarbonat pada cairan pankreas. Karena proses enzim inilah maka makanan yang masuk kedalam lambung akan mengalami pelunakan dan perubahan.

4. Enzim Pada Usus Halus

Pankreas, hati, dan kelenjar pada dinding usus halus membantu proses pencernaan dalam usus halus. Karena itulah didalam proses pencernaan oleh usus halus pun dibantu oleh enzim didalamnya.

Semua organ yang berjalan ini akan mengeluarkan enzim yang dibutuhkan pada saat proses pencernaan.

Proses pencernaan yang membantu usus halus yang pertama adalah pankreas. Pankreas ini memiliki dua fungsi besar dalam membantu usus halus dalam proses pencernaan yaitu:

  • Menghasilkan pancreatic
  • Menghasilkan hormon yang mengatur glukosa dalam darah

Kemudian dibantu oleh hati yang menghasilkan empedu, yang mana didalamnya terdapat cairan empedu. Fungsinya yaitu sebagai pemecah lemak yang dikonsumsi agar lebih mudah dicerna di dalam usus halus ini.

Tidak ada kandungan enzim dalam empedu ini, hanya saja memiliki peranan penting dalam memecah lemak yang telah dikonsumsi supaya lebih mudah untuk dicerna.

Melewati saluran empedu kantung empedu yang berisi cairan empedu akan mengeluarkannya.

Selanjutnya peranan dari kelenjar usus halus, sebagaimana tadi dikatakan untuk mengurangi beban dari usus halus dalam mencerna makanan. Hasilnya makanan yang telah masuk ke dalam usus halus akan dengan mudah hancur.

Masalah/Gangguan Sistem Pencernaan Pada Manusia

Masalah pada sistem pencernaan manusia

Di dalam mencerna makanan banyak hal yang terjadi baik itu proses yang lancar atau pun tidak lancar. Kelancaran proses dalam sistem pencernaan tentunya di picu oleh baiknya kualitas sistem dan organ pencernaan di dalamnya.

Sedangkan jika sistem pencernaan berjalan buruk dan terdapat banyak gangguan juga di picu oleh beberapa faktor. Misalnya kerusakan dalam sebuah organ pencernaan tentu akan membuat proses berjalannya sistem pencernaan terganggu dan bahkan tidak bisa berjalan sama sekali.

Oleh karena itu di sini juga akan dibahas mengenai gangguan atau penyakit yang mengganggu proses berjalannya sistem pencernaan. Berikut ulasannya.

1. Gejala Wasir

Wasir (ambeien) adalah sebuah gangguan pencernaan yang terletak pada proses akhir sistem pencernaan. Wasir ini akan mengganggu buangan akhir dari sistem pencernaan manusia.  Dengan adanya wasir pada bagian saluran buangan akhir akan mengalami pembengkakan.

Jika penyakit wasir pada sistem pencernaan ini dibiarkan maka akan menyebabkan pembuluh darah vena pecah. Nantinya akan terjadi buang air besar yang berdarah jika pembuluh darah vena telah rusak akibat wasir ini.

Menahan BAB, atau duduk yang terlalu lama menjadi salah satu hal yang masuk kedalam penyebab terjadinya wasir. Jika anda terkena wasir (ambeien) alangkah baiknya bersegera untuk melakukan penanganan medis.

Hal ini, supaya jika terjadi wasir (ambeien) tidak sampai memecah pembuluh darah vena.

2. Cacingan

Kemudian cacingan, yaitu sebuah gejala atau gangguan dalam sistem pencernaan yang berada di dalam perut. Terjadinya cacingan ini sangat banyak terjadi. Yang menjadi penyebab utamanya yaitu karena mengkonsumsi makanan yang kurang higienis.

Karena itulah umumnya gangguan pencernaan ini sangat umum ditemukan pada anak-anak. Sangat jarang penyakit ini ditemukan pada orang dewasa karena mereka cenderung bisa menjaga kehigienisan makanan yang dikonsumsi.

Umumnya, setiap cacing yang mengganggu berjalannya proses pencernaan adalah makanan yang terkontaminasi.

Ada sekitar 3 jenis cacing yang biasa masuk dan mengganggu proses dari sistem pencernaan yaitu:

  • Cacing tambang
  • Cacing gelang
  • Cacing keremi

Dampak yang ditimbulkan karena munculnya cacing ini si penderita akan mengalami pengurusan, perut buncit.

3. Radang Usus Buntu

Radang usus buntu adalah sebuah gangguan pencernaan yang terjadi pada bagian usus buntu. Infeksi pada usus buntu ini disebabkan oleh bakteri-bakteri yang menyerang karena adanya penyumbatan pada saluran usus buntu.

Biasanya rasa sakit yang amat luar biasa akan timbul pada orang yang mengidap penyakit usus buntu ini. Semakin hari penyakit usus buntu ini akan semakin parah dan jika sudah parah, jalan satu satunya yaitu melakukan operasi.

4. Hepatitis

Gangguan pencernaan yang disebut hepatitis ini merupakan gangguan yang bisa dibilang serius. Hepatitis terjadi oleh adanya kuman atau bakteri jahat yang masuk dan mengkontaminasi organ tubuh hati.

Oleh karenanya, hati akan mengalami kerusakan dan jika sudah terjadi kerusakan akan mengganggu sebagian besar proses pencernaan.

Karena hati berfungsi sebagai pemroduksi empedu yang nantinya akan memproses lemak maka jika ada penyakit ini proses tersebut akan terhenti. Nantinya setiap lemak yang masuk tidak akan bisa di proses dan menyebabkan penyakit-penyakit lainnya.

5. Apendisitis

Rasa sakit dan nyeri pada bagian apendik adalah gangguan atau penyakit yang biasa kita kenal dengan sebutan apendsitis. Namun gangguan ini sangat jarang terjadi pada gangguan pencernaan.

Hal ini disebabkan oleh bakteri-bakteri jahat dalam tubuh yang berada pada umbai cacing. Dengan ini akan timbul peradangan yang akan menjalar terus menerus ke bagian usus buntu.

Masa peradangan usus buntu biasanya ditandai dengan adanya nanah yang keluar pada saat pembuangan akhir. Jika umbai cacing ini tidak juga di buang dengan cara operasi maka akan pecah dan menimbulkan masalah lain.

6. Maag

Maag adalah sebuah gangguan atau penyakit pada bagian lambung yang lumayan sering ditemui. Selain kata maag penyakit ini juga biasa disebut dengan radang lambung.

Biasanya, orang yang mempunyai penyakit maag akan merasakan sakit pada bagian lambung.

Maag pada seseorang berasal dari banyak faktor seperti:

  • Pola makan yang tidak teratur
  • Sering telat makan
  • Suka makanan yang pedas dan asam

Karena ini menyebabkan keluarnya asam lambung yang terlalu banyak dan menyebabkan munculnya rasa nyeri.

7. Konstipasi

Gangguan sistem pencernaan selanjutnya yaitu konstipasi (sembelit). Yaitu sebuah gangguan pada sistem pencernaan yang berupa pengerasan pada feses sehingga sulit keluar ketika bagian usus besar penuh dengan kotoran atau feses.

Kurang makanan yang berserat, kurang cairan atau dehidrasi, pola makan yang kurang sehat, sering menunda-nunda BAB, dan lainnya adalah beberapa penyebab gangguan ini.

Kita harus berhati-hati dengan gangguan ini karena jika kelamaan akan menyebabkan wasir (ambeien). Untuk mencegahnya cukup dengan pola makan yang teratur, menghindari dehidrasi, dan memakan makanan yang kaya akan serat.

Selain itu jika anda sudah terlanjur terkena konstipasi, anda bisa menanggulanginya dengan makan pepaya atau obat lainnya.

8. Disentri

Penyakit ini adalah sebuah gangguan yang terjadi pada daerah usus yang terganggu oleh bakteri yang bernama Shigella dan terjadi peradangan.

Diare, sakit perut, dan demam adalah beberapa gejala yang ditimbulkan oleh penyakit disentri ini. Karena ini, selanjutnya akan menyebabkan keracunan.

Jika infeksi yang terjadi sangat  parah maka akan bisa menyebabkan keluarnya darah ketika buang feses atau BAB. Selain itu juga bisa menyebabkan muntah-muntah ketika gejala ini muncul. Karena itu antibiotik bisa menjadi obat untuk pertolongan gangguan ini.

9. Diare

Rasa mulas saat hendak buang air besar (BAB) dalam waktu yang singkat adalah salah satu gejala dari penyakit diare. Gangguan jenis ini adalah jenis gangguan yang sangat sering terjadi baik dewasa maupun anak-anak. Namun anak-anak lebih dominan terkena penyakit ini.

Jika diare ini dibiarkan lama nantinya akan menyebabkan peradangan pada bagian usus. Biasanya makan makanan yang kurang sehat, kurang gizi, alergi, dan pengaruh bakteri jahat adalah pemicu utama terkena penyakit ini.

Dengan adanya penyakit diare yang berkelanjutan dan terus menerus makan akan bisa membuat si penderita kekurangan cairan tubuh. Nantinya jika semakin parah lagi bisa menyebabkan hilangnya nyawa.

10. Gastritis di Lambung

Mukosa dinding lambung biasanya sering mengalami gangguan, gangguan inilah yang dinamakan dengan gastritis di lambung. Mengkonsumsi makanan yang mengandung kuman berbahaya adalah pemicu utama munculnya penyakit ini.

Kuman-kuman yang terkonsumsi nantinya akan mengganggu sistem lambung sehingga terjadi rasa sakit pada lambung. Selain itu, kelebihan kadar asam lambung juga merupakan penyebab munculnya penyakit ini.

Penutup

Mungkin demikian pembahasan mengenai sistem pencernaan pada manusia. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk teman-teman semua. Jika ada komentar, kritik atau saran bisa disampaikan lewat kolom komentar di bawah. Jangan lupa baca terus artikel mendidik, menarik, dan terbaru dari kami. Sampai jumpa, sukses terus.

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: