Mengenal Lebih Dalam Tentang Proses Terjadinya Hujan Beserta Aspek yang Terkandung di Dalamnya

Proses Terjadinya Hujan – Selamat datang para pembaca di portal kami, website tentang kumpulan informasi menarik dan mendidik. Di posting kali ini admin mau bahas tentang salah satu hal yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan kita nih. Tapi, untuk lebih jelasnya ini biasanya di kaji sama anak-anak Geografi, Yaitu tentang “Proses Terjadinya Hujan”.

Tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan hal ini, bahkan selain anak Geografi pun bakalan tahu tantang hujan. Pendidikan ini pastinya telah di sampaikan oleh guru-guru kita di sekolah, bahkan selagi SD pun ini sudah di pelajari. Tapi, pendalaman mengenai hal ini memang perlu, hanya saja banyak orang yang mengabaikannya. Bagi anda yang membutuhkan informasinya ini adalah tempat yang tepa. di sini kami akan memberikan apa yang anda butuhkan.

Namun di pembahasan kali ini saya akan mengutarakan nya secara jelas, terperinci dan mendalam. Karena itu di butuhkan ketelitian dan proses berfikir yang mendalam dari pembaca untuk bisa memaksimalkan pengetahuan yang di dapat dari artikel ini. Berikut ulasan lengkapnya:

Pengertian Hujan

Hujan yaitu, proses turunnya tetesan-tetesan air yang berasal dari arah langit ke tanah di permukaan bumi. Selain itu, hujan juga termasuk salah satu terjadinya siklus air di planet bumi. Lebih lengkapnya, pengertian hujan yaitu satu peristiwa turunnya cairan dari atmosfer bumi dengan bentuk cair atau pun padat (Presipitasi). Dalam turunnya hujan, material yang akan turun membutuhkan adanya berat lapisan atmosfer, hal ini supaya bisa menemui titik leleh dan terjadilah turun hujan.

Sedangkan di bumi, hujan merupakan proses kondensasi (perubahan benda kedalam wujud yang lebih keras) uapan air dari bumi naik ke atmosfer. Setelah uapan itu naik maka akan ada beban yang terdiri dari uapan air dan selama ini kita kenal dengan awan. Semakin lama beban itu semakin berat dan jatuhlah ke permukaan bumi.

Kita tahu, hujan memiliki jenis-jenis yang beragam, sehingga terjadinya hujan di waktu-waktu tertentu dapat di perkirakan jenis hujan nya apa.

Berikut beberapa jenis hujan:

  • Hujan Siklonal
  • Hujan Orografis
  • Hujan Frontal
  • Hujan Muson (Musiman)
  • Hujan Zenithal (Hujan Konveksi)
  • Hujan Asam
  • Hujan Meteor
  • Hujan Buatan

Beberapa jenis hujan ini juga akan kami jelaskan di subjudul selanjutnya.

Pengertian Proses Terjadinya Hujan

Proses terjadinya hujan adalah salah satu gejala alam yang di bentuk dari uapan air dari bumi dan nantinya menjadi perputaran air. Terjadinya hujan tidak sekaligus turun, tapi ada proses-proses yang terjadi sebelumnya. Karena itu, terdapanya proses ini akan menimbulkan terjadinya hujan yang teratur (musiman), atau dengan kata lain terdapat/terjadi pada waktu yang tepat.

Dengan terjadinya proses sebelum terjadinya hujan manusia juga bisa memperkirakan datangnya kapan. Sehingga daerah penduduk yang akan di turuni hujan orang-orangnya tidak merasa cemas atau pun kaget. Bahkan orang-orang banyak yang menunggu turunnya hujan untuk bisa di manfaatkan.

Baca Juga : Sumber Daya Alam

Proses Terjadinya Hujan Secara Umum

Di bagian ini penulis akan menjelaskan tentang tahapan-tahapan terjadinya hujan secara umum. Siklus ini tergolong banyak di ketahui banyak orang dan bahkan anak-anak pun sudah pada tahu. Untuk lebih jelasnya di ulasan ini penulis akan menampilkan ilusstrasi gambar, video, dan teks tulisan. Semua ini berdasarkan beberapa sumber dan fakta pelajaran di sekolah.

Berikut tahapan-tahapan terjadinya hujan:

1. Penguapan Air (Panas Matahari)

Proses terjadinya hujan - Penguapan Air Laut
Penguapan air laut

Kita tahu, matahari adalah salah satu bagian dari alam semesta. Selain itu, matahari juga memiliki peran penting bagi kehidupan di muka bumi. Efek panas yang di timbulkan dari matahari akan menimbulkan terjadinya uapan di muka bumi. Penguapan itu biasanya terjadi di daerah yang memiliki kadar air tinggi seperti pegunungan, laut, daerah danau, bahkan tanah yang memiliki kandungan air tinggi juga termasuk.

Dalam proses ini biasanya kita sering melihat uapan yang tersoroti sinar matahari atau yang biasa di sebut dengan fatamorgana. Itulah yang di sebut dengan proses penguapan dari bumi langsung. Selain itu, penguapan juga terjadi karena adanya aktivitas manusia, tubuh manusia, hewan, atau pun tumbuhan.

2. Pemadatan Uap Air Akibat Suhu Udara Yang Tinggi

Proses terjadinya hujan - Embun
www.mashamam.com

Selanjutnya, setelah air dari bumi menguap dan terdapat di atmosfer terjadilah pemadatan uap. Suhu udara yang tinggi nantinya akan mengakibatkan terjadinya pembekuan uapan air yang terdapat di atmosfer, maka terbentuklah embun. Setelah menjadi embun, semakin lama akan semakin banyak dan memadat sehingga terbentuklah awan.

Menurut pendapat Neiburger 1995, pada proses ini ukuran tetes air memiliki jari-jari sekitar 5-20 mm. setelah terbentuk dengan ukuran tersebut maka tetesan air akat jatuh/terjun ke Bumi dangan kecepatan 0,01-5 cm/secon, dengan kecepatanaliran udara yang tinggi akhirnya menyebabkan jatuhnya tetesan air tersebut.

3. Pembentukan Awan Karena Bantuan Angin

Proses terjadinya hujan - Pembentukan Awan
wikipedia.com

Adanya angin di atmosfer menyebabkan terjadinya tiupan, sehingga awan yang terbentuk akan berpindah tempat ke daerah yang lebih tinggi. Hal ini terjadi karena rata-rata angin berasal dari daerah laut atau pantai. Selain itu, proses ini juga menyebabkan awan-awan kecil bergabung dengan awan lainnya sehingga tercipta lah gumpalan awan yang besar.

Setelah awan berkumpul maka awan itu akan bergeser ke daerah yang memiliki suhu lebih rendah atau pegunungan tadi. Kemudian semakin banyak berkumpul dan warna awan itu akan berubah menjadi kelabu sebelum turun ke permukaan bumi.

4. Hujan Terbentuk

Proses terjadinya hujan - Hujan Terbentuk
http://blog.act.id

Kemudian setelah warna awan semakin kelabu yang menandakan kandungan air pada awan itu semakin banyak dan menimbulkan berat muatan air. Selanjutnya titik-titik air tersebut akan jatuh ke bumi atau yang biasa di sebut hujan tadi.

Setelah proses-proses di atas terjadi, lanjut ke tahap terbentuk dan turunnya hujan. Proses ini tentunya sangat di tunggu-tunggu oleh para penduduk bumi untuk memanfaatkannya.

Proses Terjadinya Hujan Secara Singkat

Proses Terjadinya Hujan
http://www.majalahbatu.com

Dari 4 poin di atas kita tentunya sudah tahu bagaimana proses terjadinya hujan secara umum. Untuk lebih singkatnya lagi berikut poin-poinnya:

  1. Penguapan air yang di sebabkan oleh panas matahari
  2. Semakin banyak terjadinya uapan maka terbentuklah awan
  3. Awan-awan yang berada di atmosfer akan ter dorong oleh angin sehingga terbentuk awan-awan besar
  4. semakin lama maka kandungan air di awan akan semakin banyak dan selanjutnya terjadilah hujan

Dri beberapa ul;asan ini tentunya kita sudah tahu bagaimana terjadinya hujan dan hal apa saja yang memicu terjadinya hujan. Selain itu ada juga video proses terjadinya hujan.

Berikut videonya:

Jenis-jenis Awan Hujan

Di dalam terjadinya hujan tentunya ada peran dari awan. Turunnya hujan akan menimbulkan perbedaan cuaca yang di sebabkan oleh adanya perbedaan awan hujan. Secara garis besar awan hujan ada dua jenis, yaitu awan hujan dingin (cold Cloud) dan awan hujan panas (hot cloud).

  • Awan Dingin, Yaitu awan dingin yang berada pada daerah lintang tinggi hingga menengah yang mana suhu udara tempat tersebut dekat dengan permukaan tanah
  • Awan Hangat, Yaitu awan yang berada lebih tinggi di atas titik beku tapi, sebagian besar awan adalah awan dingin

Suhu lingkungan yang berada pada 0 derajat celcius menjadi salah satu cara membedakan kedua jenis awan tersebut.

setelah membaca uraian di atas, anda pasti akan bertanya-tanya tentang terjadinya hujan pada kedua awan tersebut. Karena di atas hanya menerangkan tentang proses terjadinya hujan secara umum saja.

Berikut proses terjadinya hujan pada kedua awan tersebut:

Proses Terjadinya Hujan Pada Awan Dingin

Proses terjadinya hujan pada awan dingin yaitu dengan adanya perubahan menjadi titik-titik kristal dari air sungai. Karena adanya pembentukan kristal maka terus bertambah banyak dan terjadilah penguapan. Peranan kristal es dalam hujan awan dingin sangatlah penting, sehingga proses ini di sebut dengan proses kristal es.

Proses pengembunan dalam hujan jenis ini terjadi karena naiknya udara melebihi atmosfer.  Lalu titik-titik embun itu akan berubah menjadi awan yang berada di ketinggian tertentu. Karena hal itulah terbentuk titik-titik kristal es kecil, di tambah keadaan udara yang tidak terlalu dingin membuat titik-titik itu menjadi kristal salju yang lumayan besar.

Setelah semakin lama butiran itu berada di atmosfer maka akan bertambah berat. lalu terjadilah hujan salju yang berjatuhan ke permukaan bumi. Tapi, jika hujan itu melewati awan panas maka tidak akan turun butiran salju ke permukaan bumi, melainkan berubah menjadi air biasa. Biasanya kristal salju ini turun ketika musim dingin telah tiba.

Proses Terjadinya Hujan Pada Awan Hangat

Untuk proses terjadinya hujan pada awan hangat yaitu, dengan adanya penguapan air dari permukaan bumi yang semakin lama semakin naik ke atmosfer. Di situlah terjadi proses kondensasi yang nantinya mengakibatkan uap tersebut mengalami evaporasi (proses pengembunan) di sertai adanya sumber garam dari laut..

Proses ini memiliki sifat higroskepik sesaat sebelum terjadi proses kondensasi. Karena itulah terbentuk banyak titik-titik air yang nantinya mengendap. Setelah itu terbentuklah awan dari titik-titik air tersebut. Semakin lama partikel yang terdapat pada awan tersebut akan terus bertambah dan semakin berat, karena itulah terjadi hujan.

Jenis dan Bentuk-bentuk Hujan

Terjadinya hujan di Dunia tidak hanya di jenis hujan yang itu saja. Melainkan di Dunia ini ada banyak jenis hujan yang sering kita jumpai. Jenis hujan di picu dari beberapa aspek, baik sebab terjadinya maupun tempat terjadinya. Tentunya kita sering mendengar tentang jenis-jenis dan bentuk hujan seperti apa.

Namun, mungkin saja anda belum tahu bagaimana bentuk dan apa saja jenis-jenis hujan yang ada di Bumi. Karena itu, penulis juga menambahkan beberapa sub judul yang masih berkaitan dengan hujan. Hal ini bertujuan untuk menambah bobot pengetahuan pembaca. untuk nama-namanya di atas penulis sudah tulis.

Berikut ulasan mengenai jenis dan bentuk hujan:

Hujan Siklonal

Proses terjadinya hujan - Hujan Siklonal
Proses terjadinya hujan – Hujan Siklonal

Hujan Siklonal adalah hujan yang terjadi karena adanya angin yang berputar-putar di suatu daerah dengan terdapatnya udara panas. Biasanya, hujan ini terjadi di garis khayal ekuator atau khatulistiwa. Hal ini timbul karena adanya oleh adanya pertemuan antara dua angin yang berbeda, yaitu angin pasat tenggara dan angin pasat timur laut.

Karena peristiwa itu, terjadilah gumpalan angin yang menjadi awan dan terdapat pada garis ekuator. Setelah awan-awan itu berdiam lama, maka akan tiba pada titik jenuhnya yang nantinya akan ada cuaca mendung. Setelah bobot air di awan itu semakin banyak maka butiran nya akan turun membasahi permukaan bumi.

Hujan Orografis

Proses terjadinya hujan - Hujan Orografis
Proses terjadinya hujan – Hujan Orografis

Hujan Orografis adalah hujan yang terbentuk karena adanya angin yang mengandung uapan air yang bergerak secara horizontal. Untuk bisa terjadinya hujan orografis, angin yang mengandung uapan air tersebut harus terlebih dahulu melewati pegunungan. Hal ini supaya terjadi perubahan suhu angin menjadi dingin karena adanya kondensasi.

Setelah itu akan terjadi hujan kecil di daerah lereng pegunungan tersebut, itulah yang pada saat itu terjadi pembentukan titik-titik air yang mengendap. Ketika hujan terjadi, itu menjadi pertanda datangnya angin yang mana angin itu akan terus menaiki pegunungan hingga saatnya menuruni lereng.

Tapi, setelah angin kembali turun tidak akan terjadi hujan karena telah butiran airnya sudah turun ketika menaiki lereng. Karena masa air yang di bawa oleh angin semakin lama semakin banyak dan pastinya akan berat maka terjadilah hujan.

Hujan Frontal

Proses terjadinya hujan - Hujan Frontal
https://komariyahkokom.wordpress.com

Hujan Frontal ini terjadi karena adanya pertemuan antara dua massa udara, yaitu massa udara dingin yang bersuhu rendah dan massa udara panas yang bersuhu tinggi. Ketika kedua udara itu bertemu maka massa dingin memiliki bobot lebih berat dari yang satunya lagi. Hal ini menyebabkan uapair yang terkandung dalam udara akan terjatuh secara lebat ke permukaan bumi.

Biasanya, bidang front menjadi titik untuk pertemuan kedua udara tersebut. Front yaitu tempat paling mudah terjadinya pembentukan awan dan kondensasi. Hal ini menjadi alasan mengapa hujan ini dinamakan hujan front.

Biasanya tempat terjadinya hujan ini yaitu pada tempat yang memiliki letak astronomis lintang utara dan selatan pada titik sedang atau pertengahan. Jika hujan ini jatuh di daerah yang memiliki iklim tropis, maka yang turun tidak hanya butiran air saja, melainkan banyak juga butiran es yang berjatuhan.

Hal ini terjadi karena adanya sinar matahari yang air samudera, rawa-rawa, laut, dan lainnya naik secara konveksi. Sehingga dengan adanya hal ini terjadilah proses pembentukan awan dan kondensasi.

Naiknya titik udara secara konveksi nantinya akan menyebabkan turunnya suhu menjadi lebih dingin, bahkan di bawah 0 derajat celcius. Kemudian setiap air yang naik akan berubah menjadi butiran-butiran es. Dengan itu, ketika butiran es berkumpul semakin banyak maka terjadilah hujan.

Hujan Muson (Musiman)

Proses terjadinya hujan - Hujan Muson
Proses terjadinya hujan – Hujan Muson

Kata muson tidak hanya dinamakan pada jenis angin seperti yang telah kita ketahui, tapi ada juga hujan yang dinamakan hujan muson atau hujan musiman. Hujan ini terjadi karena adanya dalam waktu yang beraturan (tertentu). Hujan ini di picu oleh angin yang juga dinamakan angin muson tadi. Dengan adanya perpindahan matahari dari garis balik utara ke garis balik selatan maka terjadilah musim hujandan musim kemarau.

Biasanya, hujan ini bisa langsung di tebak oleh penduduk bumi secara teratur. Mereka menebaknya berdasarkan perhitungan dan posisi matahari. Di negara Indonesia pergantian musim terjadi pada bulan Oktober hingga bulan April. Hal ini juga menjadi salah satu tanda munculnya angin muson di Indonesia.

Selanjutnya, untuk perhitungan tadi tidak pasti seperti itu. Kadang ada juga hujan yang terjadi selainnya. Namun menurut perkiraan selain bulan tadi Indonesia berada dalam musim kemarau.

Hujan Zenithal (Hujan Konveksi)

Proses terjadinya hujan - Hujan Zenithal
Proses terjadinya hujan – Hujan Zenithal

Hujan Zenithal ini juga terjadi karena adanya pertemuan antara dua angin pasat, yaitu angin pasat tenggara dan pasat timur laut. Dengan pertemuan ini nantinya akan terjadi pemanasan dan akan  menimbulkan gumpalan yang bergerak naik secara vertikal. Hal ini menyebabkan turunnya suhu pada awan yang memiliki massa berat.

Setelah itu terjadilah proses kondensasi dan menyebabkan turunnya hujan ke permukaan bumi. Kata zenithal di sebut-sebut karena hujan ini turun pada garis khayal khatulistiwa atau ekuator. Iklim tropis adalah salah satu iklim yang paling sering terjadinya hujan jenis ini.

Hujan Asam

Proses terjadinya hujan - Hujan Asam
www.pusatbiologi.com

Hujan asam adalah hujan yang terjadi karena larutnya kandungan karbon dioksida di udara dengan air hujan. Biasanya, pH yang terkandung dalam hujan ini termasuk dalam kategori Netral (7). Selain itu, ada juga hujan asam yang memiliki kadar pH di bawah 7 atau ber pH rendah.

Proses terjadinya yaitu ketika air hujan yang mengandung pH asam lemah bercampur dan bereaksi dengan karbon dioksida. Hasil dari proses hujan seperti ini adalah turunnya hujan yang memiliki rasa asam.

Hujan asam ini memiliki manfaat untuk mempercepat larut nya mineral yang terdapat pada dalam tanah. Perubahan ini tentunya sangat di butuhkan oleh flora dan fauna untuk mempertahankan kelestarian ekosistem nya. Tapi, bagi manusia hujan ini mempunyai dampak yang kurang baik karena dapat mempercepat proses korosi pada besi.

Proses terjadinya hujan - Akibat Hujan Asam
pixabay.com

Untuk mengetahui terjadinya hujan asam pada suatu daerah, kita bisa melihat dampaknya pada papan reklame yang ter[pasang di toko-toko. Biasanya, kalau papan reklame itu berkarat berarti di daerah tersebut sering atau pernah terjadi hujan asam.

Terjadinya hujan asam yang terus menerus tentunya akan sangat merugikan. Terlebih saat ini banyak bahan bangunan dan fasilitas yang terbuat dari besi. Munculnya karat akibat hujan ini akan membuat besi-besi itu menipis, lemah, dan patah.

Hujan Meteor

Proses terjadinya hujan - Hujan Meteor
www.infoastronomy.org

hujan meteor adalah hujan yang terjadi karena adanya perseid pada saat matahari terbenam. Pada saat itu akan ter,lihat sangat jelas terjadinya hujan meteor yang terjadi di angkasa. Pada saat itu juga letak planet-planet di tata surya kita akan terlihat, seperti planet Venus, Saturnus, Mars, dan juga bulan sabit secara bersamaan.

Yang di sebut dengan kata “Preseid” adalah salah satu bagian dari rasi bintang Perseus. Karena itulah orang-orang beranggapan bahwa munculnya hujan meteor ini berasal dari bintang tersebut.

Menurut penelitian, ketika terjadi hujan meteor kecepatannya bisa mencapai 60 km/jam, dengan cahaya yang memanjang dan sangat terang. Dengan adanya hujan meteor ini memunculkan sebuah sensasi keindahan yang dinamakan degan fireball (bola api). Fireball ini bisa anda lihat ketika ada sebuah cahaya memanjang dengan ukuran yang lebih besar.

Hujan Buatan

Proses terjadinya hujan - Hujan Buatan
www.riaulive.com

Melihat kata hujan buatan tentunya anda akan merasa kurang masuk akal atau aneh. Tapi, hujan buatan ini benar adanya, hujan ini adalah pembuatan hujan oleh manusia langsung dengan menggunakan teknik-teknik tertentu. Teknik yang di gunakan untuk hujan jenis ini adalah dengan menambahkan curah hujan.

Untuk membuat curah hujan biasanya di lakukan proses cloud seeding (penyemaian awan) atau menjadikan gumpalan awan untuk terjadinya efek hujan. Cara seperti ini tidak jarang di lakukan, namun terjadinya hujan dengan proses ini jarang sekali terjadi.

Metode penurunan hujan jenis ini tentunya memerlukan ilmu fisika yang kuat. Karena di dalam hal ini terjadi proses collision and coalescence (tumbuhkan dan penggabungan) yang seterusnya di olah untuk membentuk es. Setelah itu akan di pilih awan yang memiliki banyak kandungan air.

Pembuatan hujan buatan tentunya sangat bermanfaat dan juga di butuhkan oleh manusia. Karena itulah hujan ini juga memiliki tujuan untuk menghilangkan kekeringan. Dengan penambahan massa dalam proses pembuatan hujan ini di harapkan hujan akan turun.

Bentuk Hujan di Tinjau dari Segi Ukuran

Selain jenis, Hujan juga memiliki bentuk dengan ukurannya masing-masing. Namun, penentuan bentuk berdasarkan ukurannya ini hanya bisa di temui di beberapa negara saja. Karena itulah, di Indonesia kita tidak bisa menentukan dan mengukur hujan yang terjadi, hal ini di sebabkan oleh jarang nya hujan ini terjadi.

Hal yang menjadi penyebab jarang nya hujan ini terjadi di Negara Indonesia yaitu letak astronomis nya. kita tahu letak astronomis Indonesia berada pada 6o LU – 11o LS dan 95o BT – 141o BT.  Sehingga dengan letak ini Indonesia jarang sekali terjadi hujan salju atau pun hujan es.

Berikut jenis-jenis hujan yang banyak di teliti dan di ukur bentuk-bentuknya:

  • Hujan Deras, Yaitu hujan yang biasa di sebut rain, hujan ini memiliki bentuk ukuran hingga mencapai 7mm dan biasa turun pada suhu di atas 10o celcius            
  • Hujan Gerimis, yaitu hujan yang biasanya di sebut dizzle, hujan ini memiliki ukuran rata-rata <0,5 mm
  • Hujan Batu Es, yaitu hujan yang biasa terjadi saat cuaca panas dengan suhu yang tinggi, tapi es yang turun tetap memiliki suhu di bawah 0o celcius
  • Hujan Salju, yaitu hujan yang terbuat dari kumpulan kristal es pada suhu tempat redah dengan suhu 0o celcius

Poin-poin di atas adalah pengelompokan hujan berdasarkan jenis dan ukurannya.

Curah Hujan

Selanjutnya adalah curah hujan, sebagaimana yang kita tahu curah hujan adalah kadar air yang turun ke permukaan tanah dalam waktu tertentu dengan jumlah yang bisa di tentukan. Curah hujan di suatu tempat dapat di ukur dengan berbagai cara.

Selain itu, curah hujan juga di artikan ketinggian air hujan yang turun ke permukaan bumi yang beralas tanah datar. Hujan yang turun tidak mengalami penguapan, penyerapan dan juga tidak mengalir.

Di Indonesia terdapat tiga pola curah hujan yaitu:

Pola Hujan Monsun

Pola ini adalah pola hujan yang terjadi pada daerah dengan perbedaan jelas antara musim hujan dengan musim kemarau. Kemudian proses ini dikelompokkan di dalam sebuah wadah yang di namakan Zona Musim (ZoM).

Pola Hujan Equatorial

Pola ini adalah pola yang terdapat pada satu daerah dengan distribusi hujan bulanan bimodial. Kondisi daerah seperti ini memiliki dua puncak musim hujan yang hampir sepanjang tahu terjadi hujan.

Pola ini dapat di ketahui melalui cirinya yang memiliki tipe curah hujan bimodial. Puncak hujannya biasanya terjadi pada bulan Maret dan Oktober.

Pola Hujan Lokal

Pola hujan ini terjadi pada daerah yang pola hujan bulanan nya kebalikan dari monosun. Hujan ini bisa di ketahui melalui cirinya yaitu bentuk pola nya yang unimodial. Namun bentuknya bertolak belakang dengan tipe hujan monsun.

Mungkin itu ulasan lengkap mengenai proses terjadinya hujan yang bisa saya sampaikan. Semoga ulasan ini bisa bermanfaat bagi teman-taman yang membutuhkan informasi menggenai hujan ini. Jangan lupa baca terus artikel-artikel menarik dari kami. Untuk itu, kami mohon komen, kritik, dan saran dari teman-teman semua mengenai kinerja kami.

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: